SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MADRASAH
- Selasa, 22 Juli 2025
- Admin website
- 0 komentar
Sebelum tahun 1984, wilayah Kecamatan Balik Bukit yang saat itu masih berada dalam administrasi Kabupaten Lampung Utara belum memiliki sekolah menengah atas yang bercirikan Islam. Kondisi ini menimbulkan kesulitan bagi lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya Madrasah Aliyah. Banyak dari mereka terpaksa melanjutkan pendidikan ke luar daerah, yang menambah beban biaya dan tenaga bagi orang tua.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Bidang Perguruan Agama Islam Kanwil Departemen Agama Provinsi Lampung, Hi. Damiri Effendi, B.A., dalam kunjungan kerjanya pada tanggal 15 November 1983 di wilayah Pembantu Bupati Lampung Utara (Liwa), mengusulkan perlunya pendirian Madrasah Aliyah. Pertemuan tersebut diadakan di gedung MTsN Liwa, dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Balik Bukit sebagai calon ibu kota Kabupaten Lampung Barat memiliki potensi besar, serta ketersediaan sekolah dan madrasah tingkat pertama yang memadai sebagai penunjang berdirinya madrasah lanjutan tingkat atas.
Sebagai tindak lanjut, Madrasah Aliyah Liwa mulai beroperasi dengan penerimaan siswa baru tahun ajaran 1984/1985, berlangsung dari 17 Juli hingga 28 Juli 1984, dengan jumlah siswa angkatan pertama sebanyak 45 orang. Madrasah ini kemudian mendapatkan pengakuan resmi dari Kanwil Departemen Agama Provinsi Lampung melalui penerbitan PAGAM Madrasah Nomor 10/MA/LU/85 pada tanggal 14 Oktober 1985. Dengan status tersebut, Madrasah Aliyah Liwa ditetapkan sebagai salah satu Kelompok Kerja Madrasah Aliyah Negeri (KKM MAN) Kotabumi, Lampung Utara.
Pada tanggal 16 Februari 1994, sebuah gempa bumi dahsyat melanda wilayah Lampung Barat, menghancurkan banyak bangunan, termasuk gedung pemerintahan dan gedung tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) Madrasah Aliyah Liwa. Akibatnya, proses pembelajaran dipindahkan ke lokasi darurat yang didirikan dengan bantuan ABRI. Meskipun sarana dan prasarana sangat terbatas, semangat para pendidik dan siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak surut.
Setelah bencana tersebut, MA Liwa mendapatkan bantuan pembangunan gedung baru berupa satu unit dengan tiga ruang kelas yang berlokasi di Jalan Kampus, Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, sekitar 8 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Barat. Perkembangan madrasah ini semakin pesat, hingga pada tanggal 17 Maret 1997, Menteri Agama Republik Indonesia menerbitkan SK Nomor 107 yang menetapkan perubahan status Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Liwa menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Liwa.
Seiring dengan perkembangan wilayah dan kebutuhan pendidikan, madrasah ini kemudian dikenal dengan nama MAN 1 Lampung Barat. Dengan semangat kebersamaan, MAN 1 Lampung Barat terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, menghasilkan lulusan berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu bersaing di era globalisasi.
